Transit-Oriented Development

TOD tidak seharusnya diartikan sebagai penataan kawasan, karena penyediaan angkutan umum massal sebagai strategi utama TOD, tidak akan mungkin berhasil, bila ...

Mengenal Marka Jalan

Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 34 Tahun 2014 Tentang Marka Jalan menyebutkan bahwa ...

Yellow Box Junction

Dengan marka kotak kuning ini diharapkan arus kendaraan di persimpangan atau area konflik lainnya tidak terkunci.

Tabungan, Investasi dan Asuransi

Agar tidak salah dalam memilih mari kenali konsep dasar dari masing-masing produk perbankan tersebut.

Tarekat AL - IDRISIYYAH

Al-Idrisiyyah adalah sebuah pergerakan dan bimbingan Islam yang bermanhaj Tarekat dengan Al-Quran dan As-Sunah sebagai sumber ajarannya

07 February 2022

Judi ala Binomo & Olymp Trade

Binomo, Olymp Trade dan binary option lain, apapun namanya adalah platform Judi. Sesuai dengan sebutan binary option (dua pilihan) , instrument ini permainan tebak-tebak antara dua pilihan, dimana jika pemain tersebut benar maka dia menang, namun sebaliknya jika tebakannya salah maka dia akan kalah.
Binomo sebenarnya sudah dalam pantauan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) karena konsepnya telah teridentifikasi sebagi judi. Banyak orang yang telah menjadi korban perjudian binary option. Namun sangat disayangkan, entah karena ketidak tahuannya atau memang tidak mau tau, ada influencer atau penggiat media sosial mempromosikan atau menjadi afiliator dari platform tersebut.

Dalam kasus Binomo dan Olymp Trade, permainan ini berkedok sebagai trading, yaitu menggunakan data pergerakan harga instrumen investasi atau perdagangan aset tertentu sebagai objek tebak-tebakannya. Dan data yang dipakai bisa berbagai macam sumber, antara lain dari saham, beragam kripto, forex, atau komoditas perdagangan lainnya.

Dalam aktivitas trading, ada aset atau produk investasi yang diperjualbelikan yang berpindah kepemilikannya dari pemilik lama ke pemilik barunya. Dimana akibat adanya perubahan penawaran dan permintaan yang dinamis, harganya bisa saja turun atau naik. Dalam hal ini apabila terjadi transaksi maka jelaslah keuntungan atau kerugian yang diperoleh merupakan hasil jual-beli.

Sedangkan pemain Binomo sama sekali tidak memiliki aset atau produk investasi apapun, platform ini hanya memanfaatkan data dari pergerakan harga aset atau produk investasi tersebut saja untuk dijadikan objek tebak-tebakan.

Data grafik dari saham, beragam kripto, forex, atau komoditas perdagangan lainnya yang dimanfaatkan juga bisa saja "diatur" oleh binomo untuk kepentingan kemenangan, dan pemain tidak mempunyai kapasitas untuk memeriksa maupun mengoreksinya. Kalaupun merekan benar-benar mengambil data real, para pemainnya bukanlah dukun yang bisa meramal arah grafik selanjutnya.

Jadi sebenarnya binary option berbeda dengan trading, permainan tersebut layaknya menebak salah satu sisi koin yang dilemparkan.

Rayuan Binomo dan Olymp Treade serta Binary Option lainnya mungkin sangat menggiurkan, apalagi bagi orang yang ingin cepat kaya, mereka membayangkan bisa mendapatkan imbal hasil hingga 80% dalam sekejap, namun itu terlalu bagus untuk menjadi kenyataan (to good to be true).

Padahal kalau mereka kalah, mereka kehilangan seluruh taruhannya. Seperti kata Rhoma Irama,  dalam lagunya "
Bohong (bohong)
Kalaupun kau menang
Itu awal dari kekalahan
Bohong (bohong)
Kalaupun kau kaya
Itu awal dari kemiskinan
-Rhoma Irama

30 January 2022

Jakarta Semakin Keren dengan Wayfinding

Bayangkan ketika anda sedang jalan-jalan berwisata di suatu kota, yang baru pertama kali anda kunjungi, di mana tempat tersebut merupakan kawasan yang memiliki beberapa detinasi menarik, bagaimana caranya agar anda bisa mendatangi lokasi-lokasi tersebut dengan mudah.

Mungkin anda bisa bertanya dengan orang di sekitar, untuk bisa mengetahui ke mana arah lokasi yang ingin kita kunjungi. Namun bagaimana jika ternyata orang disekitar kita juga adalah wisatawan atao orang yang sama sama baru pertama kali datang ke tempat tersebut tentunya kita tidak bisa bertanya kepada mereka bukan? Atau barangkali bahasa setempat berbeda dengan bahasa yang kita pakai tentunya komunikasi kita tidak akan lancar dalam bertanya dan justru mungkin ketidakpahaman kita akan jawaban yang diberikan dari mereka justru bisa membuat kita tersesat di kota tersebut.

Lalu bagaimana caranya agar orang-orang yang baru datang ke suatu kota bisa dengan mudah mencapai tujuannya dan merasa nyaman mendatangi satu tempat ketempat lain di kota tersebut?


Salah satu caranya adalah dengan memasang wayfinding di tempat-tempat strategis di mana orang orang dapat dengan mudah melihatnya sehingga bisa membimbing dia ke arah tujuan yang diinginkan.

Wayfinding adalah sistem informasi yang dituangkan dalam media informasi antara lain dalam bentuk papan atau rambu penunjuk arah yang ditempatkan pada satu titik atau lebih di suatu area untuk memberi tahu seseorang guna memahami posisinya terhadap suatu lokasi, atau di dalam suatu kawasan.

Jadi dengan adanya wayfinding kita akan lebih mudah untuk mengetahui di mana kita berada dan ke arah mana kita harus berjalan untuk mencapai tujuan lokasi yang kita inginkan di suatu kawasan. Dengan demikian orang-orang yang sedang melakukan kunjungan di kawasan tersebut akan lebih merasa nyaman karena bisa dengan lebih mudah mencapai suatu tujuan yang tidak khawatir akan tersesat.

Dalam konteks kegiatan masyarakat di kawasan perkotaan wayfinding akan sangat membantu bukan hanya untuk wisatawan yang datang untuk jalan-jalan saja, namun juga untuk warga setempat yang meskipun di dalam kesehariannya beraktivitas di kota tersebut, namun tidak jarang ada saja keperluan atau kebutuhan untuk mendatangi tempat-tempat yang tidak pernah atau terlalu sering dikunjunginya.

Wayfinding akan melengkapi dan menghiasi ruang publik maupun jalan-jalan di kota Jakarta. Untuk memastikan hal tersebut gubernur Provinsi DKI Jakarta telah menetapkan Keputusan Nomor 31 Tahun 2022, tentang Pedoman Sistem Informasi Penunjuk Arah (Wayfinding) yang disusun dari hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, ITDP Indonesia dan Forum Diskusi Transportasi Jakarta.

Ini bukan berarti saat ini di Jakarta belum ada wayfinding. Pada beberapa titik pada trotoar trotoar dan jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jakarta kita sudah bisa menemukan wayfinding, juga di sekitar area stasiun MRT, LRT maupun KRL Commuter Line sudah cukup banyak yang pasang wayfinding. SK Gubernur Provinsi DKI Nomor 31 Tahun 2022 adalah untuk memberikan panduan standar bentuk, ukuran, logo-logo maupun tulisan, agar warga masyarakat dapat lebih mudah untuk membaca dan memahaminya.

Hal ini merupakan pengembangan lanjutan dari sistem transportasi kota Jakarta secara terintegrasi yang meliputi Transjakarta, MRT, LRT, serta KRL Commuter Line dari KAI. Wayfinding akan menghiasi ruang publik seperti di area trotoar-trotoar, jembatan penyeberangan, area halte dan stasiun yang saat ini masih terus bangun dan ditingkatkan agar Jakarta semakin ramah untuk pejalan kaki dan pengguna angkutan umum.

=======

Download: Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 31 Tahun 2022, tentang Pedoman Sistem Informasi Penunjuk Arah (Wayfinding)

14 January 2022

"Metaverse" Hadir, Bagaimana Masa Depan Kehidupan Manusia?

Pernahkan terbayang bilamana di dunia ini tersedia pilihan dalam menjalankan aktivitas yaitu alam nyata dan alam virtual, dimana kita bisa berpindah untuk memilih beraktivitas antara satu alam ke alam yang lainnya, sesuai kemauan kita sendiri?

Ready Player One (Warner Bros)
Pada saat Perusahaan Facebook diumumkan berganti nama menjadi Meta pada tanggal 28 Oktober 2021, CEO Mark Zuckerberg menyampaikan visinya tentang teknologi komunikasi masa depan dengan konsep dunia virtual yang bernama Metaverse.

Dalam pemaparanya, digambarkan bahwa Metaverse adalah suatu konsep teknologi infomasi yang mengintegrasikann aktivitas dunia nyata di dalam alam virtual. Di mana dalam metaverse para pelaku dapat saling bertemu, berinteraksi serta menjelajahi dan merasakan alam virtual di dalamnya layaknya sedang berada di dunia semesta.

Dalam berapa ulasan, dijelaskan bahwa gambaran bilamana metaverse hadir menjadi bagian dari kehidupan manusia adalah seperti digambarkan dalam film fiksi ilmiah yang berjudul "Ready Player One" (2018). Dalam film Ready Player One seseorang bisa masuk ke dalam permainan (games) alam virtual dan berinteraksi dengan yang lain menggunakan perangkat berbasis virtual reality (VR) dan augmentend reality (AR). Setiap orang juga bisa memiliki avatarnya masing-masing, sehingga dapat berpenampilan sesuai keinginannya.

Orang-orang yang di dunia nyata berada diberbagai belahan dunia, bisa melakukan pertemuan dan beraktivitas bersama, untuk rapat, belajar kelompok atau sekedar bermain di dalam suatu ruang yang sama di metaverse. Dan berbagai sarana dan prasarana yang dibutuhkan juga disimulasikan secara virtual untuk disediakan secara bersamaan.

Disamping itu, dalam pembahasan lain yang bisa temukan di Youtube, di dalam metaverse juga memungkinkan seseorang memiliki aset, tentunya aset tersebut berbentuk digital karena hanya akan dapat dilihat, ditemui dan dimanfaatkan di dalam alam metaverse. Dan aset tersebut bisa ditransaksikan, diperjual-belikan atau disewakan dalam pasar digital antara penduduk metaverse.

Terbayang bahwa metaverse sungguh canggih dan mempesona, batas-batas yang ada dan ditemui di dunia nyata bisa ditembus sehingga menghadirkan peluang dan kesempatan baru di alam virtual metaverse. Atas kecanggihan dan manfaat tersebut, metaverse digadang-gadang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan nyata manusia di masa depan.

Namun demikian bisa jadi metaverse yang sedang dikembangkan saat ini juga memiliki potensi lebih jauh lagi. Visi atas apa yang bisa diwujudkan oleh teknologi di masa depan bisa memunculkan pertanyaan yang membuat kita menerawang, dan berpikir berkali-kali untuk mengatisipasi dampak dari kemajuan teknologi di masa mendatang.

  1. Bagaimana jika kemajuan teknologi di masa depan mungkin saja bisa membuat manusia dapat mengakses metaverse melalui suatu alat yang terhubung langsung dengan syaraf manusia sedemikian rupa sehingga mengakses metaverse menjadi lebih mudah?
  2. Bagaimana jika di masa depan metaverse bisa dimasukan ke dalam alam bawah sadar manusia?
  3. Jika metaverse benar-benar terwujud, mungkinkah manusia bisa menghidari keadaan ketergantungan atas kecanggihan teknologi tersebut.
  4. Atau mungkinkah manusia justru akan terlena dengan metaverse, dengan virtualisasi yang sempurna sehingga secara sadar manusia akan memilih untuk hidup di dalam metaverse dibandingkan dengan hidup di alam nyata?

Poster The Matrix (Warner Bros)
Pertanyaan-pertanyaan tersebut membuat kita semakin dalam masuk ke dalam imajinasi teknologi, layaknya menyaksikan film fiksi ilmiah Hollywood yang membuat kita terkesima dan tak mampu untuk menghidarinya. Teknologi yang awalnya ditemukan untuk memberikan manfaat bagi manusia, bisa berbalik memunculkan ketergantungan dan membuat manusia menjadi konsumen kecanggihan yang mempesona sehingga tanpa sadar manusia telah menjadi budak teknologi. Jika itu yang terjadi, visualisasinya mungkin seperti yang digambarkan dalam film The Matrix (1999). 

Dalam film tersebut manusia-manusia dimasukkan ke dalam bejana inkubator sedemikian rupa, dengan kesadaran dan pikiran yang dimanipulasi, mereka seolah-olah hidup dan melakukan aktivitas di dunia nyata, padahal sebenarnya mereka sedang berada dalam alam virtual yang disebut "The Matrix". Dan saat itu tubuh mereka terhubung melalui suatu alat dan jaringan dimana mesin yang berkuasa saat itu sedang menyerap energi dari tubuhnya.

Inkubator dalam film The Matrix
Tentunya kita tidak ingin hal yang digambarkan dalam film The Matrix terjadi pada umat manusia. Teknologi diciptakan untuk membantu manusia dalam menjalankan berbagai aktivitas dalam hidup sehingga bisa lebih mudah dilaksanakan, lebih cepat diselesaikan, serta memberikan manfaat yang lebih baik. Namun demikian kita juga harus mampu mengendalikan diri agar teknologi tidak menjadi candu.


13 January 2022

Folder WhatsApp Hilang?

WhatsApp saat ini sudah menjadi aplikasi yang sangat berguna dalam mendukung kegiatan sehari-hari, aplikasi yang dibuat sebagai sarana untuk mengirim pesan ini juga sering kali digunakan atau dimanfaatkan untuk mengirim media berupa foto, video hingga file-file dokumen.

Ada kalanya, untuk keinginan tertentu misalnya menyalin (copy), atau memindahkan foto, video atau dokumen, dulu bisa dengan mudah menemukan dan mengakses folder WhatsApp melalui "File Manager" di handphone atau "File Explorer" saat menggunakan komputer Windows.

Namun demikian mungkin anda akhir-akhir ini mengalami kebingungan untuk menemukan Folder WhatsApp, karena folder WhatsApp yang biasa ditemukan di dalam penyimpanan internal (internal storage) Android kini tidak terlihat lagi. Sehingga muncul banyak pertanyaan di mana letak folder WhatsApp tersebut? Beberapa pengguna juga ada yang mengalami album media WhatsApp yang hilang dari "Galeri".


Lokasi Folder WhatsApp

Sebenarnya folder WhatsApp tersebut tidak hilang, hanya saja sejak update Android 11, folder WhatsApp berpindah ke dalam folder Android di dalam penyimpanan internal (internal storage) dengan nama folder "com.whatsapp" . Jadi anda bisa menemukan folder tersebut, tepatnya pada alamat : "Penyimpanan internal/Android/media/com.whatsapp".

Memunculkan Album WhatsApp di Galeri

Jika Galeri handphone anda tidak menampilkan Album WhatsApp, beginilah cara memunculkan album WA di galeri:
1) Pertama, buka Aplikasi WhatsApp
2) Selanjutnya, sentuh tanda ⠇( titik 3 ) yang ada di pojok kanan atas lalu sentuh "Setelan" (atau "Settings" )
3) Setelah itu sentuh "Chat" (atau "Chats")
4) Pada setelan chat, sentuh "Tampilkan media" (atau "Media visibility") untuk menggeser tombol ke kanan dan warnanya menjadi hijau untuk menampilkan media pada galeri.

Selesai.

Dengan mengaktifkan Tampilkan media, maka media yang terunduh melalui aplikasi WhatsApp akan ditampilkan di galeri Android anda. Gambar akan ditampilkan dalam album WhatsApp, dan Video akan ditampilkan dalam album WhatsApp video.