Hidup Bagaikan Buku

Seburuk-buruk apapun coretan-coretan di halaman sebelumnya, akan selalu tersedia halaman selanjutnya yang putih bersih.

Mengenal Marka Jalan

Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 34 Tahun 2014 Tentang Marka Jalan menyebutkan bahwa ...

Yellow Box Junction

Dengan marka kotak kuning ini diharapkan arus kendaraan di persimpangan atau area konflik lainnya tidak terkunci.

Tabungan, Investasi dan Asuransi

Agar tidak salah dalam memilih mari kenali konsep dasar dari masing-masing produk perbankan tersebut.

Tarekat AL - IDRISIYYAH

Al-Idrisiyyah adalah sebuah pergerakan dan bimbingan Islam yang bermanhaj Tarekat dengan Al-Quran dan As-Sunah sebagai sumber ajarannya

05 June 2017

Ketika Melintas Zebra Cross

DBM Prov. Jakarta
Sebagai masyarakat kota tentu kita pernah melintas atau melihat zebra cross. Di tengah padatnya pengguna jalan, tidak jarang kendaraan dan pejalan kaki akan melintas pada waktu yang hampir bersamaan. Jika demikian siapa yang seharusnya mengalah dan siapa yang harus didahulukan?

Jika memikirkan ego dari masing-masing pengguna jalan, mungkin semua merasa berhak untuk melintas lebih dahulu. Dan jika kendaraan dan pejalan kaki benar-benar tiba dalam waktu yang bersamaan di satu titik zebra cross tentu akan fatal akibatnya.

Adapun peraturan telah dibuat, untuk menjawab hal tersebut Pasal 131 ayat (2) Undang-udang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, berbunyi "Pejalan Kaki berhak mendapatkan prioritas pada saat menyeberang Jalan di tempat penyeberangan".

Maka jelaslah, bahwa pada prioritas utama pada zebra cross adalah untuk pejalan kaki. Hal tersebut didukung pasal 106 Ayat (2), disebutkan bahwa "Setiap orang yang mengemudikan  kendaraan bermotor di jalan wajib mengutamakan keselamatan pejalan kaki dan pesepeda". Oleh karena itu jika pengendara melihat ada pejalan kaki yang hendak menyebrang pada zebra cross, bilamana tidak hingga mengakibatkan terjadi kecelakaan pada area tersebut, tentunya pelanggaran atau kelalaian bisa ditujukan kepada pengemudi.

Yuk, Tertib berlalu lintas!
Zebra cross adalah tempat penyeberangan di jalan yang diperuntukkan bagi pejalan kaki untuk menyeberang jalan. Zebra cross dinyatakan dengan marka jalan berbentuk garis-garis putih membujur tersusun melintang (sejajar berdampingan) di atas permukaan jalan, dari jalur pejalan kaki di salah satu sisi jalan hingga jalur pejalan kaki sisi jalan lain diseberangnya.
Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor 34 Tahun 2014 tentang Marka Jalan, garis-garis putih zebra cross berukuran panjang paling sedikit 2,5 meter dan lebar 30 sentimeter, dengan jarak antara garis paling sedikit sama atau tidak lebih dari 2 kali lebarnya. Dan sebelum zebra cross, pada umumnya diawali dengan garis utuh melintang dengan lebar 30 sentimeter sebagai garis stop dengan jarak 1 meter dari zebra cross.

22 March 2017

I Want To Become a Smart Phone: Cita-Cita Mengejutkan Seorang Anak Kecil

Memiliki smart phone (telepon pintar) memang dapat sangat bermafaat bagi pemiliknya, selain sebagai alat komunikasi, smart phone juga dapat membantu kita menghilangkan kejenuhan dengan berbagai fungsi dan aplikasi yang menarik dan menyenangkan.

Namun dibalik manfaat tersebut, penggunaan smart phone tanpa sadar membuat pemiliknya melupakan dunia di sekitarnya.

Salah satunya seperti cerita dalam video berikut ini di mana seorang anak merasa di abaikan oleh orang tuanya. Hingga begitu besarnya keinginan anak untuk mendapat perhatian dari kedua orang tua, hingga ia bercita-cita ingin menjadi smart phone.

Berikut ini adalah potongan terjemahan kutipan alasan seorang yang bercita-cita ingin menjadi smart phone dalam video yang berjudul "I Want To Become a Smart Phone" yang diunggah oleh akun Youtube bernama Leony's Works
Orang tua saya sangat menyukai smart phone
Kemanapun ayah saya pergi, dia selalu membawa smart phn bersamanya
Tapi dia tidak pernah membawa saya bersamanya
Ibu saya menerima telepon secepat mungkin ketika berdering
Tapi ibu saya tidak datang kepada saya bahkan ketika saya menangis
Ayah saya bermain game dengan smart phonenya
Tapi dia tidak pernah bermain dengan saya
Saya meminta ayah untuk memangku saya, tapi dia tidak melakukannya, ayah saya selalu memegang smart phone
Jika saya meminta ibu saya untuk bermain dengan saya, dia berteriak kepada saya dengan berkata "apa kamu tidak lihat saya sedang bicara di telepon?"
Ayah saya tidur dengan smart phone di sampingnya, tapi ayah saya tidak pernah tidur memeluk saya.
Ibu saya tidak pernah lupa men-charge smart phone, tapi terkadang ibu saya lupa memberi saya makan
Cita-cita saya ingin menjadi smart phone dan selalu berada disamping ibu dan ayah.
 
Berikut ini adalah video lengkapnya:

(Video courtesy Youtube / Leony's Works)

Video tersebut mungkin dibuat dengan skenario, namun bukan tidak mungkin cerita di dalamnya menggambarkan fenomena saat yang terjadi pada sebagian keluarga disekitar kita atau bahkan keluarga kita sendiri.

Semoga kita dapat memanfaatkan teknologi yang tersedia dengan sebenar-benarnya kebutuhan tanpa mengabaikan hak dan kewajiban kita sebagai manusia sebagai mahluk sosial.

19 March 2017

Pejalan Kaki dan Eskalator

Seiring perkembangan pembangunan, eskalator kini semakin sering ditemukan di area publik, dipergunakan oleh pejalan kaki pengguna transportasi umum. Selain di bandara, kini eskaltor telah terpasang di beberapa stasiun KRL Commuterline Jabodetabek, seperti di Stasiun Sudirman, Stasiun Pal Merah dan Stasiun Tanah Abang. Beberapa saat mendatang selain pada stasiun KRL, pembangunan MRT dan LRT yang juga tengah berjalan, dengan elevasinya yang berada di atas dan di bawah tanah, dipastikan eskalator akan semakin sering digunakan.

Salah satu eskalator di Stasiun Tanah Abang
Dengan semakin banyaknya penggunaan eskalator di ruang publik, ada baiknya kita mencontoh perilaku di negara tetangga, tentang bagaimana warganya menggunakan eskalator secara bersama pada area publik yang ramai/sibuk.

Seperti halnya berkendara, di mana pada satu ruas ada kendaraan bergerak lebih lambat, dan kendaraan lain yang lebih cepat, diatur dengan posisi lajur jalan. Maka pejalan kaki khususnya dalam menggunakan eskalator sebaiknya dapat menempatkan dirinya pada sisi yang tepat, mengingat lebar esklator pada umumnya cukup untuk dua baris pejalankaki.

Dalam hal ini sesuai kebiasaan kita, dimana mendahului melalui sisi kanan. Maka pengguna eskalator yang tidak terburu-buru atau cukup dengan berdiri diam di atas eskalator, bisa menempatkan  dirinya di sisi kiri, sedangkan pejalan kaki yang ingin lebih cepat dapat sambil terus berjalan mendahuli dengan menggunakan eskalator di sisi kanan. Sebagaimana dapat dilihat pada video berikut ini.

(Video Courtesy Youtube / epSos.de)

Mari saling menghargai sesama pejalan kaki.
Semoga bermafaat!

23 January 2017

Mengenal Reksadana

Beberapa waktu lalu seorang teman menuliskan status dalam akun media sosialnya, akan keingintahuan tentang Reksa dana (RD). Salah satu model atau alternatif investasi jasa keuangan yang ada saat ini. Namun sepertinya memang masih banyak yang belum mengetahui mengenai produk/instrumen investasi jasa keuangan yang satu ini.

Melalui blog ini, saya mencoba berbagi info mengenai reksa dana secara lebih luas, Semoga bermanfaat bagi anda yang membaca.

Menurut Undang-Undang Pasar Modal nomor 8 Tahun 1995 pasal 1, ayat (27) dinyatakan Reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat (pemodal, investor) yang untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh Manajer Investasi (MI).

Dengan demikian Reksadana diartikan sebagai bentuk atau pola pengelolaan dana/modal bagi sekumpulan investor untuk berinvestasi dalam instrumen-instrumen jasa keuangan seperti saham, surat hutang, valuta asing, pasar keuangan.

Kumpulan dana itu dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Manajer invetasi inilah yang akan melakukan investasi dana-dana tersebut dan mengelolanya untuk mencapai tujuan, yaitu meningkatkan nilainya.

Secara sederhana reksa dana terbagi dalam empat jenis, dimana masing-masing dibedakan berdasarkan kecendrungan instrumen jasa keuangan yang akan dimanfaatkan dalam mencapai tujuannya, yaitu:

  1. Reksadana Pasar Uang (RDPU): Pada RDPU, manajer investasi (MI) menginvestasikan uang anda ke dalam instrumen-instrumen investasi pasar uang seperti deposito, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), dan obligasi (surat utang) yang jangka waktunya < 1 tahun.
  2. Reksadana Pendapatan Tetap (RDPT): Pada RDPT, MI akan menginvestasikan sebagian besar uang anda ke dalam obligasi. Sisanya bisa diinvestasikan ke saham dan/atau instrumen-instrumen investasi pasar uang.
  3. Reksadana Campuran (RDC): Pada RDC, MI akan menginvestasikan uang anda secara berimbang ke dalam saham dan obligasi.
  4. Reksadana Saham (RDS): Seperti yang sudah anda ketahui, pada RDS, MI akan menginvestasikan sebagian besar uang anda ke dalam saham. Sisanya bisa diinvestasikan ke dalam instrumen-instrumen investasi pendapatan tetap dan pasar uang.
Masing-masing jenis reksa dana memiliki karakternya masing-masing di mana secara umum jenis nomor 1 (RDPU) dan nomor 2 (RDPT) memiliki potensi yang lebih pasti dengan resiko minimum namun tingkat keuntungan biasanya tidak banyak, sekitar 6% sampai dengan 10% per tahun. Selanjutnya nomor 3 (RDC) dan nomor 4 (RDS) memiliki potensi yang lebih tinggi dengan resiko lebih besar. Untuk  RDS misalnya, dapat memberikan keuntungan antara 12% hingga 40% namun jenis RD ini juga memiliki potensi kerugian mengingat pergerakan harga saham yang dinamis (naik-turun) sesuai kondisi pasar.

Untuk itu, dalam memilih RD meskipun dana investasi akan dikelola oleh MI, kita tetap harus cermat mempertimbangkan pilihan. Saat ini mungkin ada puluhan MI yang menawarkan produk reksadananya masing-masing dengan berbagai macam nama, dan mungkin terdapat ratusan produk RD di Indonesia dan MI tersebut. Untuk itu jangan lupa untuk mengenali lebih dalam baik pengalaman prestasi MI maupun RD-nya. Dengan demikian anda dapat memaksimalkan potensi keuntungan dan meminimalisir potensi kerugian.

Khususnya pada saat waktu masuk/investasi untuk pertama kalinya, ada baiknya melihat kondisi pasar dahulu.

28 December 2016

Hati-Hati dengan Kartu Kredit

Kartu kredit merupakan sarana atau layanan jasa keuangan yang dapat membantu kita dalam melakukan transaksi. Dalam situasi tertentu kartu kredit dapat memberikan kemudahan serta keutungan tertentu kepada penggunanya. Hal ini karena kartu kredit seolah-olah dapat berfungsi sebagai dana talangan ketika dibutuhkan, serta pada beberapa situasi juga memberikan promo seperti, diskon atau cicilan bebas bunga pada produk atau toko tertentu.
www.duniakaryawan.com
Namun dibalik kemudahan dan keuntungan yang dapat diperoleh tersebut, pengguna kartu kredit juga harus berhati-hati dalam menggunakan kartu kredit. Pengguna yang tidak bijak, salah-salah bisa terjerumus ke jurang utang, atau yang lebih fatal, bisa mengalami kebangkrutan sehingga kondisi keuangan berantakan akibat tagihan hutan kartu kredit yang membengkak.

Mengapa demikian? Hal ini karena pengguna kartu kredit akan/dapat dikenakan bunga, denda atau pun biaya dari layanan kredit yang diterimanya.

1. Bunga sangat tinggi

Salah satu keuntungan memiliki kartu kredit adalah pembayarannya yang bisa dilakukan sesuka kita asalkan memenuhi pembayaran minimal 10 persen dari tagihan yang dikenakan. Akan tetapi, anda harus tetap hati-hati karena hal ini bisa saja menjadi bumerang bagi Anda. Jika anda tidak melunasi pada setiap tagihannya siap-siaplah untuk dikenakan bunga yang sangat tinggi.

Meskipun anda mungkin saja telah memilih kartu kredit dengan tingkat suku bunga yang paling rendah diantara kartu kredit lainnya, tetap saja bunga tersebut pada umumnya masih (jauh) lebih tinggi dibandingkan jenis bunga pinjaman lainnya yang diberikan oleh bank.

Untuk diketahui, kisaran bunga kartu kredit yang diberikan oleh bank saat ini adalah sekitar 2,9% per bulan atau 34,8% per tahun (12 x 2,9 = 34,8). Bahkan untuk bunga yang diberikan untuk tarik tunai umumnya dibedakan dengan tingkat yang lebih besar.

2. Denda Keterlambatan

Setiap bulan pengguna kartu kredit diberikan batas waktu tertentu untuk membayar tagihannya. Bila anda terlambat membayarnya ia akan pastinya anda akan dikenakan denda. Pada umumnya denda keterlambatan sekitar 3% per bulan.

3. Biaya Kartu Kredit

Biaya Tarik Tunai: Kartu kredit juga bisa digunakan untuk tarik tunai, namun perlu diketahui bahwa ada biaya tambahan sekitar 4 % untuk setiap penarikan dana tunai dari kartu kredit.

Biaya Tahunan: Untuk setiap kartu yang diberikan, bank pada umumnya mengenakan iuran/biaya yang dicatatkan setiap tahunnya, setiap bank dapat berbeda menentukan biaya tahunan, dan akan berbeda untuk tiap jenis kartu yang diberikan dimana kartu dengan plafon kredit lebih tinggi akan dikenakan iuran lebih tinggi juga. Gratis iuran tahun pertama biasanya menjadi iming-iming untuk menarik pengguna baru.

Penjelasan tingkat bunga, denda dan biaya tarik tunai di atas yang hanyalah perkiraan yang umum berlaku saat ini.

Kita boleh saja menikmati kemudahan, mendapatkan keuntungan / potongan harga saat berbelanja, dan memenuhi kebutuhan kita dengan bantuan kartu kredit. Namun dalam menggunakan kartu kredit kita juga perlu untuk selalu bijaksana. Pertimbangkanlah terlebih dahulu sebelum Anda "menggesek" kartu kredit. usahakan agar anda tidak menimbun hutang yang di luar batas kemampuan.

Untuk membantu Anda mewujudkan hal tersebut, berikut delapan hal yang sebaiknya Anda lakukan dalam memanfatkan kartu kredit.

1. Belanja sesuai rencana

Memfokuskan diri pada rencana belanja memang tidak mudah. Selalu saja ada godaan yang meningkatkan hasrat membeli Anda. Misalnya, sandal kesehatan yang dipromosikan beli satu dapat gratis satu. Jika terbersit di kepala untuk membeli barang tersebut, kembali ke rencana belanja Anda dan ingatlah bahwa Anda perlu uang untuk keperluan yang sudah anda tentukan saja.

2. Hindari menarik uang tunai melalui kartu kredit

Alasannya, penarikan uang tunai dari kartu kredit dikenai bunga yang lebih tinggi hingga 4-5% per bulan. Jika keuangan Anda hanya cukup untuk kebutuhan bulanan, tentu bunga ini akan membebani diri sendiri.

3. Abaikan tawaran merchant

Jika Anda mendapatkan undangan spesial seperti itu, abaikan saja. Mengapa? Ketika Anda datang ke tempat merchant, Anda akan ditawari beragam produk mereka. Mungkin saja Anda akan membeli satu atau lebih produk mereka karena merasa tidak enak sudah diberi barang gratis.

4. Manfaatkan kartu kredit untuk berhemat

Sebagai contoh, Anda bisa memanfaatkan fasilitas airport lounge reward dari kartu tersebut untuk makan gratis di restoran elit yang ada di bandara tersebut. Sekalipun tidak gratis, Anda bisa mendapatkan harga promo dari makanan tersebut. Cara ini memang berisiko pada gaya hidup konsumtif. Namun, sedikit lebih baik dan lebih cerdas dibanding Anda makan di restoran elit tanpa fasilitas airport lounge reward.

5. Periksa tagihan dengan cermat

Anda akan mendapatkan tagihan bulanan yang dikirimkan kepada Anda. Periksa tagihan tersebut dengan cermat untuk mengetahui apakah ada transaksi yang tidak Anda lakukan. Jika ada, segera hubungi layanan pelanggan dari penerbit kartu kredit Anda untuk mengadukan komplain Anda.

6. Bayar penuh tagihan

Upayakan membayar penuh tagihan bulanan Anda sebelum jatuh tempo. Ini akan lebih baik daripada mencicilnya, karena anda akan dibebaskan dari bunga. Selain itu, Anda juga bisa mengatur keuangan Anda untuk keperluan lain (misalnya liburan atau biaya sekolah Anda) tanpa pusing harus membayar cicilan bulanan kartu kredit.

7. Simpan kartu kredit jika tidak diperlukan

Kartu kredit sebaiknya digunakan jika diperlukan saja. Selain menghindarkan Anda dari belanja tanpa rencana, menyimpan kartu kredit juga menghindarkan Anda dari kehilangan kartu tersebut karena dompet Anda jatuh atau dicopet.

8. Batasi kartu kredit maksimal 2 buah

Jika Anda sudah memiliki kartu kredit pertama dengan transaksi dan pembayaran lancar, Anda akan mendapatkan tawaran kartu kredit lagi, dan lagi dari penerbit yang sama atau penerbit kartu kredit lain. Jika Anda membutuhkannya, batasi jumlah kartu kredit Anda maksimal dua. Mengapa? Karena kalau memiliki banyak kartu kredit, Anda akan mengeluarkan uang tambahan untuk membayar iuran tahunan dan biaya-biaya terkait.

Kartu kredit akan memberikan banyak manfaat jika digunakan secara bijak. Jika diperlukan, konsultasilah dengan keluarga atau perencana keuangan sebelum menggunakan kartu kredit pertama Anda agar keuangan bulanan Anda tidak terganggu.

20 December 2016

Menghasilkan Uang Melalui Blog?

Anda berangan-angan mempunyai blog (atau website) untuk mendapatkan penghasilan? Angan-angan tersebut sebenarnya sah-sah saja. Sebuah blog dapat digunakan untuk mendapatkan uang dengan mendayagunakannya sebagai media iklan, tautan referensi (referal link), media review, atau langsung menggunakannya sebagai media usaha/jualan barang atau jasa yang dijalani sendiri.
by Justin Petrie on FeelGrafix
Namun jangan terlalu berharap atau menganggap hal tersebut adalah pekerjaan mudah, apalagi sampai bermimpi cepat kaya dengan mendapatkan pasif income dari sebuah blog.

Mengapa demikian?

Sebuah blog tidak serta merta menjadi mesin uang, misalnya saja blog sebagai media iklan, yang paling mudah adalah dengan menggunakan google adsense, pendapatan akan maksimal tidak cukup dengan menampilkan iklannya, namun dengan "klik" dari pengunjung atas iklan yang tampil.

Saya tidak tahu persis cara perhitungan google adsense namun dari pemantauan setelah mencobanya, untuk mendapat $1 per RPM (1000 page view / tampilan halaman) saja hal yang sangat sulit. Dan sebuah untuk mendapatkan pengunjung bukan hal yang mudah, anda bisa coba kunjungi blog-blog yang telah ada, lihatlah statistiknya, berapa jumlah pengunjung dan tampilan rata-rata tiap harinya?

Jika sebuah blog memiliki rata-rata 1000 pengunjung per-hari (untuk diketahui, cukup jarang sebuah blog memiliki traffic sebanyak ini), dan penghasilan $1 per RPM maka pendapatan iklan hanya $365 atau sekitar Rp 4.745.000 ($1 = Rp 13.000,-) per tahunnya.

Secara sederhana, sebuah blog yang dapat menghasilkan adalah blog yang dapat menarik banyak pengunjung, tidak cukup hanya puluhan atau ratusan, tetapi ribuan pengunjung per hari, baik secara langsung dari pengunjung setia atau pun yang mendapatkan rujukan dari mesin pencari seperti google, yahoo, bing dan lain sebagainya. Dan itu bukanlah hal yang mudah.

Blog Sebagai Media Usaha/Jualan

Blog sebagai media usaha/jualan dimaksud dalam hal ini adalah, menjadikan blog sebagai etalase dari produk yang dijual oleh pemiliknya, atau biasa dikenal dengan toko online / online shop.

Agak berbeda dengan blog sebagai media iklan, pendapatan blog sebagai media usaha tidak dihitung dari jumlah page view, akan tetapi dari keuntungan hasil penjualan produknya.Sehingga pendapatannya akan dipengaruhi oleh beberapa hal diantaranya penjualan, yang dalam hal ini akan berkaitan langsung dan tidak langsung dengan kuantitas, kualitas, persaingan harga dan purna jual.

Namun untuk menarik pembeli, blog tersebut tentu harus dilihat oleh pelanggan, atau dengan kata lain jumlah pengunjung blog juga tetap akan mempengaruhi tingkat penjualan.

Blog Sebagai Media Review

Blog sebagai media review setidaknya dapat dibayangkan seperti pejelasan Sugeng.id :
"Paid review atau paid posts adalah metode monetisasi dimana kita mendapatkan penghasilan dengan mereview produk atau jasa milik orang melalui postingan di blog kita."
Nah dalam blog sebagai media review ini, penulis blog harus memiliki kemampuan menilai produk atau jasa yang dibahas (di-review), dan akan lebih efektif (dipercaya/memiliki nilai jual review-nya) jika penulis memang telah memiliki nama dalam bidang tertentu sesuai jenis produk yang dibahasnya.

Namun kembali lagi untuk menarik pembaca, blog tersebut tentu harus dilihat oleh banyak pengunjung, yang artinya jumlah pengunjung blog juga tetap akan mempengaruhi.

Ikhtiar, Tawakal dan Doa

Jadi, jika petanyaannya adalah "Apakah blog dapat menghasilkan uang?" maka jawabnya adalah "bisa". Tapi sebagaimana dijelaskan di atas hal tersebut tidaklah mudah!

Jangan sampai terjebak oleh tujuan materi semata, hingga mengunakan cara yang tidak baik seperti menampilkan gambar yang tidak pantas, porno, berita bohong (hoax), sekedar untuk menarik pengunjung, karena anda akan bertanggung jawab terhadap tulisan di blog anda, tidak hanya saat ini namun juga hingga nanti. Maka itu apapun caranya, wajib untuk dipastikan agar contents (isi) dari blog harus bermuatan positif dan menghargai hak cipta (copyright).

Tulisan ini bukan untuk untuk memupuskan harapan bagi anda yang ingin mendapatkan uang dari blog, namun untuk memberikan pemahaman bahwa tidak ada hasil yang didapat tanpa usaha kerja keras (ikhtiar), tawakal (berserah diri) dan tentunya berdoa.

Allah Ta’ala berfirman,

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi (untuk mencari rezki dan usaha yang halal) dan carilah karunia Allah, dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung" (QS al-Jumu’ah:10).

Dalam ayat lain Allah Ta’ala berfirman,

فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

"Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal (kepada-Nya)" (QS Ali ‘Imraan:159)

Semoga Allah memudahkan dan melapangkan rezeki kita semua, Aamiin.

07 September 2016

Tarekat AL - IDRISIYYAH

Al-Idrisiyyah adalah sebuah pergerakan dan bimbingan Islam yang bermanhaj Tarekat dengan Al-Quran dan As-Sunah sebagai sumber ajarannya, dengan mengintegrasikan antara Kepemimpinan dalam tradisi tarekat (yang memiliki otoritas penuh dalam kebijakan agama) dengan prinsip manajemen modern dan mengimplementasikannya dalam berinteraksi secara internal maupun eksternal.


:: V i s i   &   M i s i ::

Visi

Menjadi pergerakan pelopor yang membumikan Risalah Al-Islamiyah sebagai rahmat bagi alam semesta (rahmatan lil alamin).

Misi

Meningkatkan kegiatan dakwah Islamiyah.
Meningkatkan ilmu dan amal dengan pendidikan yang berbasis pada Risalah Islam yang Kaffah.
Mensejahterakan umat melalui sistem ekonomi Islam.
Mewujudkan miniatur (model) penerapan Risalah Islamiyah.


:: L e g a l i t a s ::

Tarekat Al-Idrisiyyah termasuk dalam jajaran kelompok Tarekat mu'tabaroh dunia dan diakui oleh JATMI (Jam'iyyah Ahli Thariqah Mu'tabarah Indonesia) dan JATMAN (Jam'iyyah Ahlu at-Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyyah).

Secara kelembagaan formal Al-Idrisiyyah sudah tercatat pada Akta notaris yang dilegalisasi MENKUMHAM dengan No : AHU - 3739.AH.01.04. Tahun 2012.


:: S e j a r a h ::

Nama Al-Idrisiyyah dinisbatkan kepada salah seorang Mursyid Al-Idrisiyyah yang bernama Syekh Ahmad bin Idris Ali Al-Masyisyi Al-Yamlakhi Al-Hasani. (1760 - 1837), salah seorang Mujaddid (Neo Sufisme) yang berasal dari Maroko (Maghribi).

Idris, yang kepadanya dinisbatkan nama tarekat ini adalah nama ayah dari pendirinya. Syekh Ahmad bin Idris dikenal sebagai sosok Ulama yang berhasil memadukan dua aspek lahir (syari’at) dan batin (hakikat). Ia juga dikenal sebagai pembaharu dalam dunia tasawuf dari penyelewengan kaum kebatinan seperti tahayul, khurafat, dan lain lain.

Tarekat Sanusiyyah dibawa ke Indonesia oleh Syekh Abdul Fattah pada tahun 1932. Dia menerimanya dari Syekh Ahmad Syarif As-Sanusi (1875-1933) di Jabal Qubais (Mekkah) dan berguru selama 4 tahun. Kemudian dengan beberapa alasan, Syekh Abdul Fattah mengembalikan nama tarekat Sanusiyyah menjadi Tarekat Al-Idrisiyyah (agar mudah penyebarannya di masa penjajahan saat itu).

Sejak masuknya ke Indonesia pada masa penjajahan, Tarekat ini sudah mengalami 4 (empat) kepemimpinan. Saat ini tampuk pimpinan tarekat dipegang oleh Syekh Muhammad Fathurahman, M.Ag. Dalam masa kepemimpinannya Al-Idrisiyyah telah berkembang secara pesat dan maju di bumi Nusantara maupun regional Asia.


:: K e p e m i m p i n a n ::

Saat ini Mursyid Al-Idrisiyyah diemban oleh Syekh Muhammad Fathurahman, M.Ag. Yang memiliki Latar Belakang Pendidikan Formal Keagamaan, Bimbingan Tradisi Sufi dan Pendidikan Pesantren.

Lahir di Tasikmalaya pada tanggal 3 Maret 1974, sejak kuliah sudah aktif berdakwah dalam berbagai event. Konsentrasi dakwahnya adalah berupa konsep tajdid terhadap 3 dasar disiplin ilmu, yakni Tauhid, Fiqih, dan Tasawuf serta metodenya yang mudah diaplikasikan di tengah kehidupan umat.

Latar belakang kepemimpinannya dimulai sejak diangkat menjadi Ketua Harian dan Ketua Umum Al-Idrisiyyah (2006-2010) di masa Mursyid sebelumnya. Kepemimpinannya sebagai Mursyid dikukuhkan pada tanggal 10 Juli 2010.

Riwayat Pendidikan :

  • S1 UIN Sunan Gunung Jati Fakultas Tarbiyyah
  • S2 UIN Sunan Gunung Jati Konsentrasi Al-Quran
  • Pontren Fat-hiyyah Al-Idrisiyyah
  • Pontren Al-Munawaroh, Limbangan Garut
  • Pontren Riyadhul Alfiyyah, Sadang Garut
  • Pontren Darul Hikam, Cibeureum Pasir, Sukabumi
  • Pontren Al-Qusyairiyyah, Kab. Sukabumi
  • Pontren Darus Salam, Kab. Sukabumi
  • Pontren An-Nizham, Kota Sukabumi
  • Pontren Siqoyatur Rohmah, Kota Sukabumi
  • Pontren Miftahul Huda, Cianjur
  • Pontren Darul Fikri, Cianjur
  • Pontren Ki Mufasir, Banten


:: S i l s i l a h ::

Berdasarkan beberapa literatur kitab yang dikarang oleh para Mursyid Al-Idrisiyyah (seperti As-Salsabil al Ma'in fii Tharaa-iq al Arba'in, Al Anwar Al Qudsiyyah, Manhal ar Rawi ar Raiq) maupun karangan Mursyid dari luar Al-Idrisiyyah, rantai silsilah Tarekat ini bersambung ke banyak cabang Tarekat lainnya, karena Tarekat ini dibangun oleh 4 tiang Tarekat utama: Al-Idrisiyyah, As-Sanusiyyah, Al-Qodiriyyah dan Asy-Syadziliyyah.

Rantai silsilah keguruan Tarekat ini bersambung kepada Rasulullah SAW melalui jalur para Mursyid yang mansyur, diantaranya Syekh Abd al-Qodir al-Jailani Ra, Syekh Abu Hasan al-Syadzili Ra, Sykeh Ahmad bin Idris Al-Fasi Ra, Syekh Muhammad bin Ali As-Sanusi Ra hingga kepada Syekh Muhammad Fathurahman yang menjadi Mursyid saat ini.


:: M a n h a j ::

Sebagai bagian dari pergerakan Islam, corak manhaj Tarekat Al-Idrisiyyah mengkombinasikan empat macam tarekat :

  1. Qodiriyyah yang dinisbatkan kepada Syekh Abdul Qodir Jaelani (1078 - 1168 M) dengan keunggulan metode dzikirnya.
  2. Syadziliyyah yang dinisbatkan kepada Syekh Abu Hasan Asy-Syadzili (1197 - 1258 M) dengan keunggulan konsep zuhudnya sehingga ia terkenal sebagai mursyid yang berdakwah dengan kekayaannya yang melimpah.
  3. Al-Idrisiyyah yang dinisbatkan kepada Syekh Ahmad Ibn Idris Al-Fasi (1760 - 1837 M) dengan keunggulan pembaharuan dalam dunia tasawuf.
  4. Sanusiyyah dinisbatkan kepada Syekh Muhammad ibn Ali as-Sanusi (1787 - 1859 M) dengan keunggulan pengorganisasiannya yang mengintegrasikan aspek politik, sosial, ekonomi di tengah kehidupan umat sehingga menjadi pergerakan Islam yang diakui dunia Islam dan ditakuti oleh penjajah dari negara-negara eropa.

Manhaj tarekat ini memberikan pembinaan kepada umat dengan menitikberarkan kepada tiga dasar ajaran Islam, yaitu:

  • Tauhid, dengan Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah
  • Fiqih, yang bersumber kepada Al-Quran, As-Sunah dan Ijtihad al-Ulama dengan menghasilkan produk fiqih yang valid dan lebih memberikan kemaslahatan umat.
  • Taswuf, dengan mengedepankan tasawuf amali dan akhlaqi yang berorientasi kepada: tazkiyyah an-nafs (pembersihan jiwa), tashfiyah al-qalb (membangun jiwa yang berkarakter positif) dan tahdzib al-akhlaq (membangun akhlakul karimah).

Tarekat di tengah berbagai macam aliran dalam Islam berkedudukan sebagai manhaj (metodologi) dalam menggali dan mengaplikasikan nilai ajaran Islam. Adapun yang menjadi tujuan adalah obyek Islam itu sendiri.